Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 22,94 kilometer terus dipacu untuk mendukung efisiensi sistem logistik nasional. Tol ini akan menghubungkan kawasan industri Karawang–Subang dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat—membuka jalur distribusi strategis yang selama ini masih bergantung pada jalan arteri yang padat dan pelabuhan di luar provinsi.
PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), sebagai BUMN yang memegang peran penting dalam proyek ini, menunjuk PT Virama Karya (Persero) sebagai konsultan pengawas konstruksi. Penunjukan ini menandai komitmen terhadap mutu pembangunan serta penerapan prinsip keselamatan dan keberlanjutan sejak tahap awal proyek.
Vice President of Project Marketing and Business Development Virama Karya, Punto Kusumaputra, menjelaskan bahwa saat ini pekerjaan utama tengah berlangsung, mencakup pemasangan formwork wall abutment, steel sheet pile (SSP), pile slab, dan penggalian pile cap.
“Tugasnya mencakup pengawasan teknis, manajemen mutu, hingga pengendalian aspek keselamatan kerja. Tol ini bukan sekadar infrastruktur jalan, tetapi infrastruktur masa depan yang akan mendorong sistem logistik nasional menjadi lebih efisien dan kompetitif,” kata Punto dalam keterangan resminya pada Senin (23/6).
Menurut perhitungan, kehadiran Tol Akses Patimban dapat memangkas waktu tempuh logistik hingga 40 persen. Selain mengurangi beban jalan arteri, akses langsung ke pelabuhan ini juga diproyeksikan menurunkan biaya pengiriman barang dan meningkatkan daya saing kawasan industri di Jawa Barat.
Pembangunan tol ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Secara khusus, proyek ini mencerminkan cita ke-2—mewujudkan kedaulatan ekonomi, energi, pangan, dan lingkungan hidup—serta cita ke-4, yaitu memperkuat infrastruktur untuk pemerataan pembangunan antarwilayah.
Punto menambahkan bahwa proyek ini dijalankan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat. Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), dan alat berat yang digunakan telah memenuhi standar emisi rendah untuk mendukung pembangunan yang ramah lingkungan.
Sebagai BUMN hasil transformasi, Agrinas Jaladri Nusantara menegaskan komitmennya tidak hanya pada percepatan proyek, tetapi juga terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja.

