Pemerintah Harus Berupaya Menurunkan Biaya Logistik Hingga 8%

Pemerintah Indonesia dinilai perlu segera menurunkan biaya logistik, terutama di sektor transportasi darat, guna mendukung target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran untuk periode 2024–2029 (Antara News, 22 November 2024; Supply Chain Indonesia, 18 Oktober 2024; Logistik News, 25 November 2024).

Meski telah terjadi penurunan biaya logistik domestik dari 23,08% PDB pada 2018 menjadi 14,1% pada 2023, angka ini belum mencerminkan keseluruhan beban logistik nasional. Penelitian Tenggara Strategics mengungkap bahwa jika digabungkan dengan biaya logistik ekspor yang mencapai 8,98% PDB, maka total biaya logistik Indonesia masih stagnan di angka 23,08% (Antara News, 22/11/2024).

Sektor logistik darat menjadi penyumbang terbesar—sekitar 50% dari biaya logistik domestik atau setara dengan 7% PDB. Biaya tinggi ini membebani sektor bisnis dan berdampak pada meningkatnya harga barang dan lemahnya daya saing global Indonesia.

Adil Karim, Ketua Umum ALFI DKI Jakarta, menyatakan bahwa ALFI mendukung target penurunan biaya logistik nasional menjadi 8% dari PDB. Untuk mencapainya, pemerintah perlu mendorong transformasi digital, pengurangan biaya transportasi darat, serta penguatan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah (Logistik News, 25/11/2024).

Setijadi, CEO Supply Chain Indonesia, menyarankan dibentuknya lembaga permanen seperti kementerian logistik nasional guna menangani kompleksitas sektor ini secara lebih terintegrasi dan efektif (Supply Chain Indonesia, 18/10/2024).

Selain itu, penelitian dan para pelaku industri sepakat bahwa tantangan utama lain adalah kurangnya integrasi antar moda transportasi (darat, laut, udara). Fragmentasi ini menyebabkan inefisiensi distribusi barang. Integrasi moda sangat krusial untuk mempercepat arus logistik dan menekan biaya (Antara News, 22/11/2024).

Sejumlah kebijakan strategis seperti insentif pajak, reformasi ekosistem logistik berbasis digital, dan pembangunan infrastruktur jalan tol telah mulai diterapkan. Namun, diperlukan langkah lebih progresif dan kelembagaan yang kuat agar sektor logistik benar-benar dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Referensi:

https://www.antaranews.com/berita/4485441/ri-perlu-turunkan-biaya-logistik-capai-target-pertumbuhan-8-persen
https://www.logistiknews.id/2024/11/25/siasat-sektor-logistik-agar-ekonomi-tumbuh-8/
https://supplychainindonesia.com/mencapai-target-8-persen-pengamat-perencanaan-logistik-kunci-pertumbuhan-ekonomi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *